Fairy tail.

From fairest creatures we desire increase, that thereby beauty's rose might never die

Lucy

But as the riper should by time decease, his tender heir might bear his memory

Natsu

Within thine own bud buriest thy content and, tender churl, makest waste in niggarding

Erza Scarlet

Making a famine where abundance lies, thyself thy foe, to thy sweet self too cruel

Happy

Thou that art now the world's fresh ornament and only herald to the gaudy spring

nazzun On Jumat, 08 Juni 2012

Wah wah, siapa itu??
Dia adalah Ueki Kousuke, tokoh utaman dalam anime The Law of Ueki. Dalam ceritanya, dia adalah orang yang sangat bijaksana dan lebih perduli kepada orang lain dibandingkan dengan orang lain. bahkan dalam cerita, ia rela mengorbankan bakat-bakatnya hanya untuk menolong orang lain (waw!!). karena sifatnya itulah, akhirnya ia mendapat banyak teman yang setia setiap saat berada di sampingnya, sungguh luar biasa bukan. Dan bukan hanya itu, ia juga telah menyelamatkan dunia atas dan bumi dari kehancuran.

Oh ya, dalam anime The Law of Ueki itu dikupas mengenai bakat. Yah, tentu, bila kita berbicara tentang bakat, pasti kalian berfikir tentang Gen. Ada orang yang mengatakan, orang yang berbakat itu lebih baik dari pada yang tidak memiliki bakat dan bakat itu hanya bisa didapatkan dari keturunan. Menurut kalian, apakah kalian setuju?? menurut saya, semua orang itu bisa membuat bakatnya sendiri sesuai dengan usahanya. coba saja ingat kembali, jika bakat manusia itu ditentukan oleh keturunan, lihat, sebenarnya siapakah nenek moyang kita semua?? yup, tentunya Adam kan. lalu misalkan ada orang lain menyanggah, "tapi kan keturunan Adam yang nomor blablabla, memiliki kemahiran (bakat) bliblibli, lalu ia turunkan kemahiran itu kepada keturunan selanjutnya dan tidak dimiliki oleh keturunan dari garis lain, kan!", kalo saya ditanya seperti itu, saya hanya akan menjawab, "lalu, dari mana si keturunan Adam yang nomor blablabla itu mendapatkan kemahiran itu? yup tentunya dari Allah, dan atas dasar apakah ia bisa mendapatkannya? yup karena usahanya untuk bisa memiliki bakat itu.
jadi kesimpulannya kawan, walaupun bapak ibu kita tidak memilki bakan seperti yang kita impikan, kita tetap bisa memilikinya asalkan kita mau bersungguh-sungguh dalam berusaha dan berdoa kepada Allah supaya kita bisa memiliki bakat yang kita miliki. Insya Allah, dengan kehendak dan pengetahuan-Nya,, kita akan mendapatkannya. satu lagi contoh kawan, bapaknya Albert Eistein bukanlah seorang Ilmuan yang terkenal dan dapat mengguncangkan dunia, Namun Eistein mampu dengan usahanya sendiri untuk mewujudkannya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments